Tampilkan postingan dengan label Hari raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari raya. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2009

Merayakan Hari Raya Nyepi (... di kos)

Om swastyastu, hallow.. pertama-tama saya ucapkan "Selamat Hari Raya Nyepi 2009 & Tahun Baru Saka" kepada teman-teman yang merayakan. Saya mau cerita-cerita tentang pengalaman merayakan hari raya Nyepi di kos. Buat mahasiswa atau yang senang merantau pasti pernah mengalaminya juga. Tahun ini yg kedua kalinya saya tidak merayakan Nyepi di rumah. Mengapa tahun ini di kos? salah satu penyebabnya adalah karena ada kuis 'antena' di Jumat paginya. Apa itu 'antena', saya tidak mau membahasnya di sini x(.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah sembahyang menyambut Hari Raya Nyepi, saya memutuskan untuk berpuasa selama 24 jam, selain melaksanakan tapa brata penyepian tentunya. Dimulai pada pukul 00.00 (tgl 26-3-2009) sampai dengan pk 00.00 (tgl 27-3-2009). Awalnya proses penyepian berjalan dengan baik. Dimulai dengan bangun tidur, mandi pagi, lalu berdiam diri di kamar, melewati fasa-fasa bangun->tidur->bangun->tidur lagi->bangun lagi-> ... dst. Tetapi karena terdesak oleh target kelulusan mata kuliah 'a' tsb, maka saya pun melanggar sedikit aturan penyepian yaitu -> belajar. Tapi saya sadar belajar saat puasa pasti tidak semudah biasanya. Dan benar, beberapa menit kemudian, siklus bangun<->tidur terulang lagi x(. Karena tidak konsentrasi belajar di saat lapar, maka diputuskanlah bahwa seharian itu saya akan tidur saja, kemudian belajar malam harinya setelah buka puasa. Akan tetapi ternyata kejadian tak terduga terjadi di detik pertama hari yang baru.

TENG!! Jam di kamar menunjukkan pukul 23.40, saya mulai persiapan buka puasa. Memasak air, untuk dicampur dengan susu coklat dan diproses untuk memasak mie. Seperti biasa (anak kos2an) persediaan makanan seperti mie, susu sachet, snck kering, dsb. seharusnya selalu tersedia di gudang kamar. Sayangnya stok gudang makanan saya sedang menipis, malam itu, persedian yang kumiliki tinggal satu buah indomie goreng kriuk pedas, satu sachet milo coklat, dan 300ml air putih. ... Setelah dipikirkan masak2 daripada saya gak bisa tidur & gak bisa belajar karena kelaparan. Maka lebih baik saya makan mie (walaupun pedas, ya bisalah minum air keran). Dan akhirnya saya masak mie tersebut, dengan minum coklat panas + 300ml air putih. ... dan akibatnya -> kenyang setelah makan hanya terasa 10 menit di perut, sisanya malah sakit gara2 perut yg kosong tiba2 diisi makanan yang pedas x(. Bukannya belajar, malah jadi ngurus perut yg sakit... Huuh.. setelah banyak2 minum air dari keran (waktu itu berharap aja gak ada tambahan protein dari air tsb yang masuk ke perut..) akhirnya sakit perut mereda.. dan saya pun bisa tidur.. :D

Yah, terlepas dari hasil kuis 'a' yang jelek (amat teramat jelek), syukurlah saya masih bisa menikmati hari pertama di tahun baru saka ini dengan kepala tegak. Semoga awal yang buruk di tahun ini tidak berimplikasi buruk pada hari-hari berikutnya :D . Dan pesan-pesan buat yang lain, (1). Selalu perhatikan stok makanan di 'gudang', jika sudah menipis segera isi ulang dengan makanan & minuman yang sehat, (2) jangan makan makanan yg pedas segera setelah bangun tidur atau puasa, (3) rajin2lah belajar dan berdoa sebelum kuis, supaya soalnya mudah, dan bisa dikerjakan :D ..
»»  READMORE...

18 Maret 2009

Selamat Hari Raya Galungan

Om Swastyastu,

Tanggal 18 Maret 2009, bangun pagi-pagi, ternyata dimulai sudah musim panas (a.ka: kemarau) di daerah bandung dan sekitarnya. Ditandai dengan sinar matahari yang menyengat pun menyilaukan. Tapi itu bukanlah suatu pertanda buruk, mungkin memang sudah saatnya bandung merasakan hangatnya mentari. Seperti halnya kemenangan dharma atas adharma yang kita (umat Hindu) rayakan pada hari ini. Maka dari itu, kami segenap bagian dari jiwa, raga dan pikiran tubuh ini mengucapkan,

==================================
== _..//.._ ============== _..**.._ ==
== q* ^ ^ *p ============ q* o o *p ==
===(=o=) ============== (=,==) ==
== /^\/^\ ============== /^\/^\ ==
== ()=0=() ============= ()=0=() ==
== ( =|= ) ======== ====== / / | \ \ ==
== (_ ) ( _) ============= (_) (_) ==
==================================
---------------------------------------------------------
============================================
========"SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN"========
============================================

Dengan hari raya ini, kami berharap:
  • Semoga sinar terang dharma menyertai kuliah-kuliah dan pembuatan Tugas Akhir, sehingga semua berjalan dengan lancar dan berakhir dengan baik.
  • Semoga dengan dharma, kampanye dan pemilu Indonesia 2009 berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang dapat memahami kepentingan rakyat khususnya mahasiswa, baik yang sudah maupun belum lulus.
  • Semoga kemenangan ini membawa harapan baru dan prospek yang baik dalam kehidupan umat manusia di masa yang akan datang.
  • Semoga dengan perayaan Galungan ini, semakin banyak orang jahat yang sadar dan bertobat menjadi orang baik, sehingga membawa dunia ini pada kedamaian abadi.
  • Semoga semua umat manusia di bumi dapat memaknai kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (ketidakbaikan) dengan pikiran yang bersih dan tenang.
  • Semoga Ida Sang Hyang Widhi selalu memberikan rahmat dan perlindungannya kepada kita semua, dan selalu menuntun kita dalam jalan dharma.
  • ... (*silakan isi harapan kalian sendiri, .. di comment aja yah :P)
Om Santi, Santi, Santi Om.
»»  READMORE...

24 Januari 2009

Hari Raya Siwa Ratri (Siwa Latri)

Hari ini hari raya Siwa Ratri atau juga disebut Siwa Latri. Merupakan salah satu hari raya umat Hindu di Indonesia yang melambangkan penghormatan kepada dewa Siwa sebagai salah satu manifestasi dari Hyang Widhi Wasa (Yang Maha Esa). Berikut pengertian yang lebih mendalam tentang hari raya Siwa Ratri, yang saya kutip dari babadbali.com.

"Siwa Ratri (Siwa Latri) artinya "malam siwa", adalah hari suci untuk memohon pengampunan dosa ke hadapan Hyang Widhi Wasa. Hari raya Siwa Ratri juga disebut malam penebusan dosa. Hari raya ini jatuh pada purwaning tilem sasih kepitu. Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan pada hari tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sebelum melaksanakan seluruh kegiatan, maka terlebih dahulu dilaksanakan persembahyangan yang diperkirakan selesai tepat pada jam 06.00 dinihari.
  2. Selanjutnya tepat pada jam 06.00 dimulai kegiatan Monabrata (tidak berbicara), Upawasa (tidak makan dan minum) dan Mejagra (tidak tidur).
  3. Monabrata dilaksanakan 12 jam, Upawasa 24 jam, Mejagra selama 36 jam.
Setiap akhir dari kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan suatu persembahyangan. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan ini adalah untuk mengadakan latihan dan peningkatan rohani. Dengan demikian diharapkan seluruh umat yang melaksanakan kegiatan ini dapat mengisi dengan acara-acara kerohanian misalnya membaca kitab suci Weda, mendalami ajaran agama, mengadakan malam sastra, dan lain-lain."

Sumber lain yang tidak diketahui namanya, menceritakan asal usul dari hari raya ini.
Sejarah hari raya Siwa Ratri muncul dari cerita Lubdhaka, karya Empu Tanekung. Cerita ini menceritakan Lubdhaka sebagai seorang pemburu melakukan himsa karma (perbuatan membunuh). Bertepatan dengan malam Tilem Kepitu, perburuan Lubdhaka hingga larut malam tanpa hasil. Menyiasati gangguan binatang buas, diceritakan untuk menghilangkan kantuk, Lubdhaka naik pohon Bila. Di atas pohon dia memetik daun. Tanpa disadari daun bila berjumlah 108 helai itu jatuh di atas lingga dari Dewa Siwa. Jumlah 108 itu merupakan angka keramat bagi umat Hindu. Sampai diceritakan Lubdhaka bertemu dengan Dewa Siwa. Oleh Dewa Siwa dosa-dosa Lubdhaka diberi pengampunan. Cerita Lubdhaka ini sampai sekarang menjadi inspirasi umat Hindu dalam melaksanakan perayaan Siwalatri sekaligus untuk melakukan shrada dan bhakti kepada Tuhan.

Kalau kita merayakan hari raya Siwa Ratri seperti Lubdhaka, bisa dibayangkan pikiran dan pendapat orang-orang yang melihat kita. Pasti aneh-aneh, hehehheeee.... lagipula, di kota kaya sekarang, udah gak ada yang namanya 'pohon bila'... jangankan pohon, rumput pun sulit hidup :D untuk itu, tata cara perayaan hari raya Siwa Ratri pun disesuaikan. Seperti dalam artikel pada babadbali.com, sekarang umumnya perayaan hari raya Siwa Ratri diisi dengan acara-acara kerohanian misalnya membaca kitab suci Weda, mendalami ajaran agama, mengadakan malam sastra, dan lain-lain. Walapun ada juga yang melakukan tapa(renungan) dan puasa seperti halnya Lubdhaka.

Klo teman2 bagaimana merayakan hari raya Siwa Ratri? Hehehe... apa pun caranya, ... saya ucapkan, " Selamat hari raya Siwa Ratri ya :) "
»»  READMORE...

17 Januari 2009

Tumpek Landep & Bersihkan Motor

Diiringi hembusan angin dan rintik hujan sepanjang jalan, akhirnya sampai juga di kamarku. Selesai sudah acara malam ini sembahyang odalan di pura Wira Satya Angkasa, Kopo-Bandung. Bertepatan dengan hari raya Tumpek Landep yang memperingati upacara penyucian 'senjata-senjata' suci dan keramat (landep) warisan nenek moyang dahulu. Diperingati setiap hari Sabtu Kliwon wuku Landep. Cerita-cerita mengenai hari raya ini tidak begitu banyak dan kurang terkenal di masyarakat Hindu di luar Bali. Makna 'senjata' yang disucikan yang digunakan zaman ini pun sudah berubah. Jika zaman dahulu 'senjata' yang dimaksud bermakna sebenarnya, pada zaman sekarang, 'senjata' yang dimaksud lebih bermakna filosofis.

Zaman dahulu 'senjata' yang dimaksud di atas adalah senjata yang tajam yang digunakan untuk bekerja atau berperang seperti pisau, keris, tombak, cangkul, arit, dsb.. atau senjata suci dan keramat yang memiliki unsur magis. Secara filosofis, 'senjata-senjata' yang dimaksud di atas bertujuan untuk membantu manusia dalam bekerja dan berusaha untuk mencapai kemakmuran hidup. Pada zaman sekarang, tentu kemakmuran tidak lagi dicapai dengan keris atau tombak. (*khususnya orang-orang di kota, kalau orang-orang di desa yang bekerja sebagai petani rasanya masih menggunakan cangkul dan arit untuk memakmurkan hidupnya.) Tradisi orang-orang di kota zaman sekarang pada hari raya Tumpek Landep, mereka membersihkan dan menyucikan benda-benda tajam atau yang terbuat dari besi, seperti mobil, motor, sepeda, ... (*berbagai jenis kendaraan dan peralatan dari besi lainnya.)

Mengapa? Jika kita telusuri, walau mobil dan motor pada zaman sekarang tidak ada unsur magisnya, tapi benda-benda tersebut memiliki kesamaan dengan keris atau tombak pada zaman dahulu. Persamaan yang pertama, sama-sama terbuat dari besi atau logam yang keras. Kedua, sama-sama berguna untuk membantu manusia mencapai kemakmuran hidup. Kalau dahulu para prajurit berperang dengan tombak dan keris, bekerja di sawah dengan cangkul dan arit, untuk mencapai kedamaian dan kemakmuran, zaman sekarang para pekerja, pegawai berangkat ke kantor dengan mobil atau motor demi mendapatkan gaji yang akan memberinya kemakmuran.

Entah kenapa orang yang tinggal di kota disebut orang kota. Tapi berhubung saya termasuk orang zaman modern, jadilah saya mengikuti 'tradisi modern'. Berhubung saya hanya punya motor, yang selalu menemani saya ke kampus, jalan-jalan, keluar bahkan mencari makanan, maka pada hari Tumpek Landep ini saya menyempatkan diri pergi ke tempat pencucian motor untuk mencucikan motor saya... (*klo nyuci sendiri kurang bersih, sekalian beramal ke tukang cucinya.. hehehe...) Secara pribadi saya kagum, bangga terhadap kemampuan adaptasi dan fleksibilitas dari salah satu tradisi yang ada di masyarakat Hindu kita, sehingga tradisi tersebut masih berjalan hingga saat ini. Walaupun mungkin teknis pelaksanaannya sedikit bergeser, tetapi filosofi dan makna dari tradisi tersebut dapat tetap terjaga. Mungkin hal-hal seperti inilah yang harus dicontoh oleh tradisi-tradisi Hindu lainnya. Jangan sampai, tradisi kita yang berharga hilang begitu saja karena perubahan zaman dan globalisasi dunia.

*Buat motor dan mobil di seluruh dunia, Selamat Hari Raya Tumpek Landep..
**Buat keris dan tombak yang masih 'hidup' di zaman modern ini, selamat juga ya.. :)
»»  READMORE...